Berita Creativenet

  • Berbagi Kisah di Padepokan Kyai Suluh, Dlimas, Klaten

    Selasa, 28 April 2015. Tepat selepas magrib, teman-teman dari Komunitas Sanggar Lare, Gantiwarno, Radio Komunitas Lintas Merapi, Deles, telah berkumpul di  Padepokan Kyai Suluh, Dlimas yang juga  kediaman Rudi Yesus selaku pimpinan padepokan. Pertemuan ini dibuka oleh Kukuh, fasilitator  CCES (Center of Civic Engagement Studies) yang menjabarkan agenda acara, dan  disambung  oleh Rudi Yesus sebagai […]

  • Bertemu, Berbagi, Bergerak: Pertemuan Tiga Komunitas Jogjakarta

    Hujan deras tak henti di tepi Sungai Code. Aliran sungai mengalir deras, tetapi tidak mengamuk seperti beberapa hari sebelumnya yang mengakibatkan banjir.  Ruang sederhana di Sanggar Anak Kampung Indonesia (SAKI), menjadi tempat pertemuan tiga komunitas yang menjadi cikal bakal “CreativeNet” wilayah Jogjakarta. Mereka adalah Komunitas Gerilya Pemuda Prawirotaman RW 08, Komunitas Cemara dari Ledok Code, […]

  • Workshop CreativeNet (Penguatan Masyarakat Sipil Melalui Medium Kreatif)

    Sabtu, 9 Mei 2015, CCES telah menggelar workshop “CreativeNet” dengan tajuk “Penguatan Masyarakat Sipil melalui Medium Kreatif,” di LPP Garden, Jogjakarta. 6 Komunitas dari Klaten hadir dalam workshop ini, yaitu dari Sanggar Anak Kampung Indonesia, Gerilya Pemuda Prawirotaman 08, Komunitas Cemara – Ledok Code yang semuanya berasal dari Jogjakarta. Sementara dari Klaten adalah Sanggar Lare […]

  • Tiga Komunitas Jogjakarta Presentasi Ide Kreatif

    Bertempat di Hotel Cakra Kembang, Jogjakarta, tiga komunitas dari CreativeNet yaitu Komunitas Sanggar Anak Kampung Indonesia (SAKI) di Ledok Tukangan, Komunitas Cemara Ledok Code, dan Komunitas Gerilya Pemuda Prawirotaman 08 mempresentasikan ide-ide kreatifnya. Ide-ide kreatif mereka berangkat dari fokus persoalan yang dialami oleh komunitas. Saat membuka forum presentasi ini, fasilitator CCES untuk Jogjakarta memaparkan acuan […]

  • Kampung Cahaya: Impian Warga Ledok Code

    Dengan tekunnya, di Balai RT 18, Ibu Srini, warga Ledok Code membuat mal-mal motif sebagai bahan dasar pembuatan lampion. Sehari-harinya, Ibu Srini membuka warung kolak dan menerima jahitan. Ia tertarik untuk ikut membuat lampion, karena tangannya juga terampil merajut. Selain Ibu Srini, ada pula Ibu Tasminah yang berjualan bubur di rumahnya di bantaran Kali Code. […]